Instilah-2 dalam Kendaraan
ABS
ABS (Antilock Brake System) (kalo di terjemahkan dalam bahasa Indonesia: system pengereman anti slip) adalah system yang menjaga putaran roda tidak terkunci (bahasa Jawa: mandeg jegreg. roda nggak muter babar blas) saat kita mengerem mendadak. Krn jika tanpa ABS, ketika anda mengerim mendadak, maka roda akan berhenti berputer (mandeg jegreg), sehingga mobil bisa slip (tanpa traksi). Yang disebut slip adalah jika kendaraan tetep bergerak walaupun roda sudah tidak berputar.
Jika mobil itu slip, umumnya tidak bisa bergerak lulus, tetapi bisa jadi bagaian belakan mobil bisa bergerak begerak ke arah tranversal dan ini tentu membahayakan penumpangnya. Intinya system ABS menjaga roda tidak terkunci (terhenti) secara mendadak, sehingga mobil terhindar dari spin/slip. Kalo pengemudi tidak melakukan pengeriman mendadak, system ini tidak ada manfaatnya. Tapi apa Anda tau kalo Anda tidak akan pernah mengerim mendadak? Disaat enak-2 mengebudi mobil, lalu ada ada anak kecil lewat. so..pasti anda akan injak rem mendadak, dan disinilah fungsi ABS.
EBD
EBD: Electronic Brake Distribution (system pengereman terdistribusi dengan electronic) system ini mampu mengubah distribusi pengereman antara roda-2 depan dengan belakang. System ini intinya menghindari terkuncinya roda belakang untuk menghindari spin. Dengan system ini distribusi pengeriman akan diatur dynamik jika bagaian belangan dengan penumpang penuh atau bagian belakang tanpa penumpang. Tanpa system ini biasanya pabrik mensetting secara default roda belakang diseting tidak terkunci pada saat tanpa penumpang belakang, dan ketika penumpang penuh, maka pengeriman bagian belakang tidak effectif lagi. Dengan sistem ini, secara electrik distribusi pengeriman tetap balance dalam bebagai kondisi load mobil.
EPS
EPS: Electronic Power Steering - system ini dapat membantu pengemudi mengontrol kemudi dengan mudah dan ringan dengan parameter kecepatan. Pada saat kita memarkir mobil maka sistem ini akan bekerja penuh untuk meringankan beban pengemudi, tetapi pada saat kecepatan tinggi sistem ini tidak bekerja penuh lagi, segingga kita dapat merasakan sensasi mengemudi.
–Jayan Sentanuhady–
