Bersyukur

August 2nd, 2007 – 9:22 am
Tagged as: Iro-iro

“Bersyukur” itu hanya 1 kata, tetapi sangat berat untuk dilakukannya. Sering kali kita ngiri dengan apa yang dilimiki orang lain, misal “wah …aku hanya punya sepeda motor, padahal si B punya mercy…”, padahal kalo kita cermati kita tentu harus bersyukur sudah punya sepeda motor, orang lain banyak yang tidak bisa membeli sepeda onthel sekalipun. Sudah syukur ….kita punya sepeda motor, tinggal puter gas (accelerator handle) kita bisa kemana-2. 

Kadang saya juga ngiri pada teman-2 sepermainan, seangkatan, dll. Kadang saya mengirikan “wah …teman-2 seangkatan udah pada punya rumah gedong, aku???? jangan kan rumah gedong, pagupon-pun (pagupon : rumah burung dara) nggak punya” itulah kadang-2 muncul dibenak. Tetapi banyak hal, sisi lain yang teman-2 kita nggak punya/memiliki yang bisa kita jadikan sebagai pendorong raya syukur. Ada kalanya kita harus melihat ke “atas” supaya kita terpacu, tapi lihatlah ke “bawah” juga supaya kita tidak selalu ngiri. Atau dengan melihat gambar ini, kita menjadi tambah mengerti bahwa ada orang lain (banyak) yang tidak lebih baik dari kita.

syukur-1.jpg

syukur-2.jpg

syukur-3.jpg

syukur-4.jpg

syukur-5.jpg

syukur-6.jpg

syukur-7.jpg

2 Comments

» RSS feed for comments on this post

  1. 1

    Terima kasih sharingnya Pak..

    Comment made by budiyati on August 2, 2007 @ 10:40 am

  2. 2

    TFS ya…memang kalau kita selalu lihat kelebihan orang lain, kadang jadi lupa bahwa banyak yg masih kekurangan…

    Comment made by Vania Köberlein on August 2, 2007 @ 5:57 pm


Sorry, the comment form is closed at this time.


Close
E-mail It