Ketemu Bidadari…

January 22nd, 2006 – 6:39 pm
Tagged as: Iro-iro

Sore hari, minggu jam 5, saya mengambil CPU yang ada di lab dan berencana saya bawa pulang untuk saya perbaiki. Ketika saya sedang keluar dari pintu timur universitas, posisi CPU yang kuletakkan di keranjang depan sepeda kuperbaiki, posisi ini tak stabil pikirku.

Ketika sedang memperbaiki posisi CPU, rasanya ada 2 mobil yang lewat di sebelahku. Tapi, perhatianku sedang penuh pada memperbaiki posisi CPU yang ada dikeranjang depan. Aku juga tidak memperhatikan ketika salah satu dari mobil tersebut berhenti dengan jarak 50 meter didepanku. Kulihat ada wanita turun dari mobil yang berhenti itu, berjalan ke arahku, itu saja, aku juga tak memperhatikannya. Krn kupikir dia akan ke universitas. Setelah wanita itu berada di dekatku, dia menyapaku, aku terkejut.

Tak kusangka tak kuduga. Dengan bahasa yang halus wanita itu menawarkan bantuan untuk membawakan CPU ku itu. Tentu ku jawab tidak perlu, saya bisa membawanya. Kemudia dia menawarkan tali untuk mengiikat CPU utu di bonjengan belakang. Dan ku jawab juga tidak dan saya juga mambawa tali, tetapi ini CPU saya tidak bisa mengikatnya di belakang. Harddiskku bisa mrothol pikirku. Lalu ku ucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya. Dan dia pergi……

Wanita itu seperti bidadari saya. Di saat orang sedang sibuk, jalanan macet, dan egoisme orang jepang, masih ada orang sebaik itu. Oh..Tuhan berilah wanita itu keselamatan dan kesejahteraan. Amin. Bebarapa lama aku tercenung dan berfikir, kenapa masih ada orang sebaik wanita itu di jepang ini. Ku tak kan pernah melupakannya, walau sebenarnya ketika aku tulis blog ini aku sudah lupa wajahnya. Tetapi setidaknya pelajaran ini tidak akan pernah kulupa. Menolong tanpa pamrih…..Dan tokoh wanita itu kusebut “bidadari jepang”…..cantik hatinya…baik budiperkertinya seperti yang di ajarkan dalam pancasila dan islamku. Tetapi aku yakin bidadari itu tak pernah tahu pancasila, apalagi islamku, juga tidak akan atau tidak mungkin lebih baik mengenal pancasila atau islam dariku, itu fikirku, tetapi perbuatanya begitu mulia…..Sayang, aku sudah lupa wajahnya, yang ku ingat bidadari itu sudah berumur sekitar 45-50 tahunan.oh….bidadari jepang…..telah kuambil pelajaran gratis hari ini dari engkau.

arigatogozaimasu, ii koto moraimasita.

No Comments

» RSS feed for comments on this post

No comments yet.


Sorry, the comment form is closed at this time.


Close
E-mail It